Ceritaku Hari Ini
Sebuah kesyukuran dikala senja berlalu pagi ini. Konon ibuku bilang aku lahir di sebuah rumah sakit di daerah Kota Bumi, Tepatnya di sebelah utara kota Profinsi Lampung. Tapi hari ini aku merasakan perjuangan seorang ibu yang melahirkan seakan tiada duanya, dibandingkan nyeri di punggung, pusing di kepala, Gejolak di dada dan meriang di sekujur tubuh. Bagaimana tidak, perjuangan ibu untuk melahirkan anaknya adalah bergantung antara hidup dan mati. Tapi sakit yang kurasa saat ini sambil terbaring di Ranjang muslimat Ruang Melati mengingatkan perjuangan ibu yang tiada pernah bisa terganti. Taklupa pula ayah yang membentuk karakter diri Menghidupi dengan kegigihan penuh dengan jati diri tak pernah berhenti demi anak-anak yang harus berpendidikan tinggi. Entah apa yang ada di benak ini ketika aku tersimpuh diatas ranjang Rumah sakit, Pikiranku hanya tertuju pada dua kalimat yang tersimpul menjadi satu. Yud.. Apakah ini hari akhirmu (di dunia)? Apakah harimu akan dimulai (kehidupan Akhirat)? Tak henti Kalimat-kalimat istighfar dan syahadah mulai bergema melalui rongga mulutku keluar dengan lisan yang penuh dengan sariawan. Teringat Perjuangan orang tua yang begitu besarnya yang sedikitpun belum bisa aku balas sebagai bakti yang nyata. Maka aku tulis di untaian status BlackBerry masangger ku "Ya Allah sesungguhnya hamba tidak pantas di surga... Tapi hamba tidak sanggup di Neraka maka hindarkanlah hamba darinya..! Ternyata hari ini adalah hari lahirku.
19-9-1995 21 Tahun yang berlalu ini terlewati dengan berbagai macam aktivitas yang terlampaui tapi entah yang mana yang akan menguatkan timbangan kebaikanku dan yang mana yang akan menguatkan timbangan keburukanku. Mungkin sahaja amal yang selama ini aku anggap dapat menguatkan timbangan di mizan nanti terhapus begitu sahaja oleh maksiat yang menggunung. Di awal umurku yang ke 21 tahun ini semoga sisa waktu yang mungkin tidak cukup hanya 1 hari, bisa saja lebih ataupun bahkan sampai umur ini satu abad lamanya Hanya Allah lah yang mengetahui sang ROBBI pemilik hidup dan mati. Aku berharap selama jantung ini masih berdetak, Aku akan mencari arti sebuah jihad di jalan Allah Jihad yang mampu merujuk keluargku kejalan Allah, jihad yang dapat menyatakan baktiku kepada kedua orang tua, Jihad yang dapat membuatku Ikhlas, jihad yang bisa membuatku patuh kepadaNYA, jihad yang akan memasukkan kami sekeluarga ke surga. Ya Allah Ampunilah segala dosa hambamu ini ya Allah, Terimalah taubat hambamu ini ya Allah, Tuntunlah diri ini menuju jalanmu, Jadikanlah hambamu ini orang yang bertaqwa ya Allah, Matikanlah hamba dalam keadaan husnul Khatimah ya Allah Aamiin.
Comments
Post a Comment